Seperti namanya, Secret adalah media sosial yang penggunanya tak perlu menunjukkan nama dalam berbagi pesan dengan lingkaran pertemanannya. Sayangnya media sosial ini ditutup. Hal itu diungkapkan oleh CEO Secret David Byttow seperti dilansir dari The Verge.
Menurut media yang beredar kini. Pernyataan muncul dari sang CEO, David Byttow.“Sayangnya, Secret tidak mewakili visi ketika saya memulai perusahaan, jadi saya percaya itu adalah keputusan yang tepat untuk diriku sendiri, investor kami dan tim kami,” tulis Byttow pada posting di Medium.
Pada awalnya David Byttow mengembangkan Secret untuk memberikan sebuah sosial media yang mengedepan kejujuran, komunikasi terbuka dan ekpresi kreativitas yang disampaikan secara anonimous. Pengguna Secret bisa mengutarakan semua isi pikiran mereka, tanpa harus diketahui identitas pribadinya.
Byttow mengakui Secret dan sistem anonimitas-nya menjadi semacam dua mata pedang. Dimana tentunya menimbulkan hal positif dan negatif. Sayangnya pada platform ‘Secret’ justru banyak dimanfaatkan orang untuk menyebar hal-hal negatif seperti perkataan kotor, provokasi dan lain sebagainya.
Byttow akan meninjau kembali mengenai platform Secret, apakah di waktu mendatang bisa kembali dihadirkan. Tentunya ia perlu membenahi banyak hal yang saat ini ia sendiri telah mengakui sebagai sebuah kegagalan.
Selama pengembangannya, Secret telah menerima investasi yang cukup besar yaitu sekitar 100 juta USD. Byttow berjanji akan memberikan refunding sebesar 35 juta USD kepada para investor.
Di Indonesia sendiri Secret cukup populer digunakan oleh kalangan anak muda. Uniknya, kebanyakan postingan pengguna Secret lebih banyak dijadikan meme-meme bergenre komedi dan bijak yang kemudian disebarkan lagi melalui sosial media lain seperti Instagram, Path, maupun Twitter.
![]() |
| Tampilan menu Secret |
| Tampilan secret |


No comments:
Post a Comment